Festival, kopi dan Seni: Artcofest

Dias Satria

Kopi saat ini menjadi komoditas yang seksi diperjualbelikan baik di level lokal, regional maupun internasional. Indonesia sebagai salah satu eksportir kopi terbesar dunia tentunya sangat berkepentingan untuk menjaga kualitas serta kuantitas kopi lokal. Pemerintah Indonesia punya concern yang kuat untuk terus mengangkat kopi lokal dimata dunia. Hal ini dilakukan dengan terus mempromosikan kopi-kopi lokal di berbagai eventdunia.

Di Kota Malang, bisnis warung kopi saat ini tengah menjamur dan menjadi “tren” baru bagi mahasiswa dan masyarakat pada umumnya. Menjamurnya kedai-kedai kopi lokal ditengah-tengah maraknya kedai kopi “impor” menunjukan kekuatan lokal dalam menandingi persaingan yang bebas. Kompetisi ini penting untuk membentuk kekuatan industri kopi lokal dari proses seleksi alam. Sehingga, akan dihasilkan kedai-kedai yang berkualitas dari proses terus berinovasi dan berkembang.

Kita terus berharap industri kopi lokal terus eksis dan menguasai pasar domestik dan internasional. Beberapa hal strategis yang dapat dilakukan untuk mendukung eksistensi kopi lokal, antara lain:

Pertama, dengan memperkuat permintaan masyarakat lokal dan edukasi. Pecinta kopi lokal di tanah air jumlahnya tentu tidak sedikit, sebagai contoh jika di Kota Malang saja ada sekitar 700 kedai kopi yang setiap harinya membutuhkan sedikitnya 2 kilogram biji kopi maka setiap harinya dibutuhkan kurang lebih 1.4 ton perharinya. Angka ini sudah sangat luar biasa untuk mendukung para petani lokal untuk konsisten memproduksi kopi.

Selain itu, dibutuhkan edukasi tentang kopi untuk mendorong permintaan atas biji kopi lokal yang berkualitas. Hal ini tentu saja akan mendorong informasi hingga ke rantai paling awal (petani) untuk juga menghasilkan kopi-kopi pilihan dengan proses yang tepat.

Kedua, industri kopi lokal perlu didorong brandingdan promosinya secara gencar dan kontinyu melalui event atau festival kopi yang bermutu. Festival atau event yang terkait dengan kopi sangat penting untuk dikembangkan di daerah karena manfaatnya yang sangat luas bagi stakeholders yang terkait. Festival kopi merupakan ajang bertemunya para stakeholderskopi secara langsung, mulai dari petani, pedagang, barista, pemilik kedai kopi hingga konsumen penikmat kopi. Eventini menjadi sangat penting karena mampu mengedukasi masing-masing pihak atas kualitas kopi dan penanganannya.

Selain itu, festival kopi menjadi bagian dari local branding untuk memasarkan produk lokal. Hal ini dilakukan dengan mengemas kopi dengan berbagai aspek seni pertunjukan dan atraksi, sehingga mengundang pengunjung untuk datang dan memiliki experience yang kuat atas produk-produk dan kopi lokal.

Festival kopi juga menjadi wadah edukasi terkait berbagai aspek dalam industri kopi, mulai dari off-farmhingga pemasaran era 4.0. hal ini dilakukan untuk meningkatkan edukasi masyarakat dan pelaku kopi didalamnya atas pengetahuan terkait kopi dan upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Festival dan Pembangunan daerah

Salah satu contoh destinasi wisata yang gencar melakukan branding dan promosi adalah Kabupaten Banyuwangi. Banyuwangimenjadi salah satu destinasi wisatadi Indonesiayang berkembang dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu strategi yang digunakan untuk mempromosikan destinasiwisata tersebut adalah dengan menggelar eventatau festivaltahunan baik yang berskala lokal, regional maupun internasional.

Salah satu eventbalap sepeda internasional “Tour De Ijen” misalnya, telah dilaksanakan di Banyuwangipada beberapa destinasi wisata, seperti: Bangsring Underwater, Ekowisata Songgon, Pulau Merah, dan Gunung Ijen. Gelaran festivalolahraga ini telah berhasil mempopulerkan destinasi-destinasi tersebut sebagai destinasi favorit wisatawan ketika berkunjung di Banyuwangi.

Eventyang digelar secara berkala di Banyuwangijuga telah menjadi media “soft diplomacy” daerah untuk menarik investasi datang ke wilayah ini. Hal ini dapat dilihat dari tumbuhnya aktivitas-aktivitas ekonomi baru sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Banyuwangi.

Jika memandang di negara-negara maju, festivalatau eventmenjadi salah satu media promosi dan brandingdaerah (destinationbranding) yang diarahkan untuk menarik wisatawan datang.Festival dan eventdapat menjadi jembatan dalam mempromosikan destinasi wisatadaerah dan upaya mendorong pembangunan yang berkelanjutan jika dikelola dengan baik dan optimal. Oleh karena itu, festivaldan eventyang dikembangkan harus bersifat inklusifdengan mengedepankan perlibatan masyarakat. Oleh karena itu,penjagaan atas kelestarian lingkungan dan penggunaan sumber daya harus dilakukan dengan tepat. Hal ini dilakukan agar manfaat festival sebagai media brandingdan promosi daerah dapat tepat mendorong sebuah pembangunan yang berkelanjutan.

Salah satu contoh Festival di Australiaselatan, wine festivalatau festival minuman “anggur”, menjadi salah satu agenda penting yang ditunggu-tunggu wisatawan Australia dan Dunia. Para wisatawan tersebut berbondong-bondong datang ke Barrosa Valley, untuk mendatangi pusat-pusat produksi wine, menikmati winedan kuliner di tempat tersebut. Ilustrasi sekilas ini menjelaskan bagaimana sebuah festival mampu menarik wisatawan untuk datang di Australia selatan (Adelaide), yang pada akhirnya mendorong aktivitas ekonomi yang berkaitan, seperti: menginap, berwisata, dan menghabiskan uangnya untuk membeli wine.

Pengalaman yang berkesan tersebut, nantinya akan mendorong kunjungan dan rekomendasi wisatawan untuk datang kembali ke Adelaide. Mereka tidak hanya datang untuk menikmati wine, namun lebih dari itu mereka akan mencoba menikmati pengalaman-pengalaman lainnya di Adelaide dan menghabiskan pos pengeluarannya untuk berwisata.

Festival anggur yang demikian juga dapat mendorong penguatan brandingAdelaide sebagai wilayah penghasil anggur, sehingga produknya akan kuat diingat oleh konsumen. Tentu saja tidak mudah untuk memperkuat sebuah imageproduk yang biaya produksinya rendah, agar menjadi sebuah produk yang bernilai dan berdaya jual tinggi seperti wineyang dijual hingga 100$ per botol. 

Kopi dan Branding Malang Raya

Malang raya merupakan contoh miniatur dan ekosistem yang epicuntuk mengembangkan industri kopi tanah air. Kabupaten Malang memiliki sejarah Panjang sebagai penghasil biji kopi terbaik Indonesia. Selanjutnya Kota Batu dan Kota Malang sebagai salah satu destinasi kunjungan wisatawan yang padat. Hal ini menjadi daya Tarik dan magnet menjamurnya kedai-kedai kopi lokal. Disisi lain, Kota Malang sebagai kota Pendidikan memiliki dua peran besar bagi majunya kopi lokal. Pertama, tingginya permintaan atas kopi yang sejalan dengan tingginya jumlah mahasiswa di kota malang. Kedua, perguruan tinggi adalah ladang para ilmuwan untuk mengembangkan kopi baik di level on dan off-farm, inovasi, teknologi, pemasaran dan lain sebagainya.

Citarasa kopi yang beragam tentu memiliki sebuah nilai tambah tersendiri. Oleh karena itu, selain dibutuhkan kemampuan untuk menghasilkan citarasa kopi yang berkualitas dibutuhkan juga kemampuan untuk mengangkat storytellingdari kopi itu sendiri. Ada banyak aspek yang dapat diangkat dari sebuah biji kopi untuk sebuah cerita, seperti: sejarah wilayah, petani lokal serta Namanya yang unik. Inilah tugas para “content creator” untuk menciptakan sebuah nilai tambah berdasarkan atas sebuah storytellinglokal yang diangkat.

Dalam hal ini, perlu ada sebuah kolaborasi untuk mengangkat komoditas kopi menjadi bagian yang integral dalam mendorong ekonomi lokal. Mulai dari UMKM souvenir yang terkait dengan kopi, peralatan kopi lokal (keramik lokal), musik, penulis cerita, fotografer dan pekerja seni lainnya. Kopi dapat menjadi penyatu pelaku ekonomi dan pelaku seni untuk fokus mengangkat kopi lokal melalui sebuah pertunjukan (event) dan seni. Hal inilah yang secara langsung akan menciptakan sebuah multiplier efek yang kuat diberbagai sektor ekonomi dari sebuah topik kopi yang diangkat.

MenurutAllen et al(2005)eventdan festivalterbagi atas banyak karakteristik industri jasa (hiburan). Oleh sebab itu daerah yang mengandalkan festival sebagai strategi pembangunan, memerlukandestinationbranding yang unik atau berbeda. Selanjutnya, untuk memperkuat destinationbrandingmaka diperlukan sebuahevent tourismatau penyelenggaraan acara atau festival yang baik dan berkesan. Salah satu alasan utama penyelenggaraan eventdi destinasi adalah untuk meningkatkan kesadaran wisatawan terhadap destinasi atauimagedari destinasi tersebut (destination branding).

Kembali pada ilustrasi wine festivaldi Adelaide, penyelenggaraan festival mampu memperkuat imageproduk wineyang berkelas dari Adelaide, sehingga mampu menarik wisatawan untuk datang dan berkunjung ke Adelaide. Hal inilah yang sebenarnya menjadi salah satu alasan utama sebuah destinasi wisatamenyelenggarakan special event(festival) (Emery, 2002). Selain destinasi wisata, event tourismjuga dapat mempengaruhi kegiatan liburan, waktu perjalanan, waktu tinggal, dan dapat membantu mem-brandingdestinasi tersebut. Dampaknya adalah akan mendorong jumlah kunjungan dalam jangka panjang.

Jika konsep destinationbranding daneventtourismmampu berjalan beriringan, suatu daerah akan mampu mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Hal ini dikarenakan  hadirnya pariwisata yang unggul dan dikembangkan sesuai dengan nilai-nilai lokal, serta daya saing daerah masing-masing.

Artcofest: Penutup

Artcofest adalah even festival kopi pertama yang mengkolaborasikan industri kopi dengan potensi seni lokal untuk menjadi sebuah kesatuan sinergi kreatif dan memberikan nilai tambah bagi pembangunan ekonomi lokal. Artcofest diadakan sebagai media promosi kopi lokal; business matching dan kolaborasi stakeholdersdalam ekosistem dan industri kopi yang diharapkan dapat meningkatkan transaksi ekonomi; penguatan rantai nilai kopi yang lebih efektif dan efisien dalam mendorong nilai tambah kopi; serta sebagai wadah peningkatan kapasitasdan keahlian pelaku kopi lokal untuk menghasilkan kopi yang berkualitas.

Kegiatan Artcofest akan diselenggarakan pada tanggal 30 November – 1 Desember 2019 bertempat di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya Malang dengan serangkaian event meliputi  Galeri Kopi Nusantara, Pameran & Live Art Seni Kopi, Pasar Kopi, dan Sunmori (Sunday Morning Ride).

Even ini juga akan menampilkan serangkaian Seminar (Coffee Talks, Business Talks) serta Esspreshort talks(diskusi ringan)  mengenai Brandingdan Packaging(oleh Papang Kingdom pembuat Maskot Kota Malang Osiji), PhotographyWorkshop(oleh Alex Setiawan), Roasting Science(oleh Mas Iwan Inikopi), serta  Launching Buku Kopi “Sains Kopi Nusantara” yang ditulis oleh Wenny B Sunarharum PHd dan beberapa pengajar dari  Universitas Brawijaya. Untuk menyambut dan mempublikasikan acara ini, juga akan diselenggarakan beberapa kegiatan Road to Artcofestberupa kompetisi Vlog Kopi dan kompetisi Fotokopi yang didukung oleh Kondimen Malang.

Event ini juga menjadi lebih menarik dengan adanya kompetisi “Manual Brew” dengan standar internasional (WBRC), yang bertujuan untuk mencetak bibit-bibit baru Barista Lokal dan juga menghadirkan sebuah “ambience” dunia atas kopi-kopi lokal Indonesia yang berkualitas.

Artcofest menghadirkan seluruh stakeholders kopi untuk saling mengenal satu dengan yang lain, sehingga diharapkan dalam event ini dapat dipertemukan para pecinta kopi, dengan petani, akademisi kopi, roaster, barista, coffee shopdan pelaku bisnis kopi lainnya.

Kami ingin Artcofest menjadi sebuah festival yang mengangkat seluruh potensi lokal yang ada, seperti: petani lokal, coffee shoplokal,roasterlokal, seniman lokal, desain grafis lokal, dan lain-lain. Hal ini dilakukan untuk mengangkat potensi lokal yang ada sebagai kekuatan baru perekonomian. Semoga kopi indonesia dapat lebih berjaya, dan Artcofest menjadi sejarah baru bagi majunya industri kopi lokal untuk berjaya