[Artikel Koran] Kota Malang Juni Inflasi 0,63%

[Artikel Koran] Sri Mulyani Menkeu: Momentum Tepat Kata Ekonom Dari Universitas Brawijaya
August 2, 2016
[Artikel] Kepemimpinan Inklusif, Banyuwangi dan Azwar Anas
September 16, 2016
Show all

Kota Malang Juni Inflasi 0,63%

http://surabaya.bisnis.com/read/20160701/9/89918/kota-malang-juni-inflasi-063#.V3ZKgpycu8g.whatsapp

Bisnis.com, MALANG—Kota Malang pada Juni 2016 mengalami inflasi 0,63% yang a.l dipicu kenaikan tarif angkutan udara.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Malang M. Sarjan mengatakan selain tarif angkutan udara, komoditas lain yang dominan menjadi pendorong inflasi adalah telur ayam ras, daging ayam ras, gula pasir, beras, apel, mujair, rokok kretek, dan kentang.

“Sedangkan komoditas yang menahan inflasi pada Juni, yakni bawang merah, semen, cabai besar, tongkol pindang, cabai awit, udang basah, jagung manis, tomat buah, dan terong,” ujarnya, Jumat (1/7/2016).

Inflasi tahun kalender Kota Malang 0,85% dan tahunan 3,04%. Dibandingkan inflasi Jatim yang mencapai 0,60%, inflasi Juni di Kota Malang lebih tinggi dari rerata Jatim, namun bila dibandingkan nasional yang mencapai 0,66%, maka realisasinya lebih rendah.

Kasi Statistik Distribusi BPS Kota Malang Erny Fatma Setyoharini naiknya tarif angkutan udara dipicu peningkatan penumpang karena mudik Lebaran.

Sedangkan kenaikan beberapa komoditas, karena adanya peningkatan konsumsi selama Ramadan. Di sisi lain, beberapa komoditas justru pasokannya belum banyak, seperti gula pasir.

Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang Dias Satria mengatakan naiknya tarf angkutan udara terutama dipicu pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) karena ada tiga perguruan tinggi negeri di Kota Malang, yakni Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Islam Negeri Malang.

Dengan dilaksanakannya dan daftar ulang, maka calon mahasiswa asal daerah lain sebagian menggunakan transportasinya dengan pesawat sehingga mendongkrak tarifnya.

Dengan inflasi sebesar 0,63% untuk Kota Malang dan 0,60% untuk Jatim, kata dia, masih bisa diterima. Hal itu menunjukkan bahwa di Kota Malang dan Jatim ekonomi masih bertumbuh, terutama dari sisi peningkatan konsumsi.

Dengan begitu pula menunjukkan bahwa di Jatim dan Kota Malang dari sisi permintaan masih kuat.

“Inflasi 0,63% untuk Malang dan 0,60% untuk Jatim masih acceptable, masih ok,” ujarnya.

Dari delapan kota indeks harga konsumen (IHK) di Jatim, semuanya mengalami inflasi pada Juni. Inflasi tertinggi terjadi di Banyuwangi yang mencapai 0,73%, dan terendah Kediri yang mencapai 0,16%. Surabaya 0,69%, Sumenep 0,65%, Malang 0,63%, Probolinggo 0,35%, Jember 0,28%, dan Madiun yang mencapai 0,27%.

Dias Satria
Dias Satria
Dias Satria, Research field :Economic development, international trade, Banking and small/medium enterprise Email. dias.satria@gmail.com Mobile Phone. +62 81 333 828 319 Office Phone. +62 341 551 396

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *