Blog

November 26, 2015

mendeley/word/googlescholar

Presentation1 mendeley word google scholar from dias.satria
November 22, 2015

Penurunan Giro Wajib Minimum

Bisnis.com, MALANG—Kebijakan Bank Indonesia yang menurunkan giro wajib minimum (GWM) primer sebesar 5 basis poin dari 8% menjadi 7,5% diperkirakan sulit untuk memacu pertumbuhan kredit perbankan jika potensi non performing loan (NPL) masih tinggi. Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Dias Satria mengatakan secara teori dengan penurunan GWM maka ruang bagi bank untuk melakukan ekspansi kredit akan lebih lebar. “Namun jika penyaluran kredit dibayangi dengan kenaikan NPL, maka tentu akan menahan diri untuk melakukan ekspansi,” ujarnya di Malang, Rabu (18/11/2015). Dengan demikian, maka tingkat keberhasilan dari kebijakan  BI untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan dengan penurunan GWM sangat kecil […]
November 1, 2015

Kota Malang mau jadi apa?

Malang mau jadi apa? Dias Satria Ketika membicarakan Kota Malang dan seluruh potensi yang dimiliki, ada pertanyaan mendasar terkait arah pembangunannya. Mau dibawa kemana pembangunan Kota Malang? Hal ini terlihat dengan pembangunan yang terjadi saat ini di Kota Malang, bahwa konsep pembangunan yang dipilih oleh Pemerintah masih belum mapan dan belum fokus. Saat ini masalah umum yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia adalah masalah tekanan eksternal terkait dengan melambatnya perekonomian global (khususnya Tiongkok). Masalah ini secara tidak langsung berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal, penyerapan tenaga kerja serta masalah kemiskinan. Disisi lain, masalah terbatasnya fiskal dan peraturan anggaran yang baru […]
October 20, 2015

Jokowi dan Nawacita: Apakah ekonomi Indonesia membaik?

Jokowi dan Nawacita: Apakah ekonomi Indonesia membaik? Dias Satria Dosen Jurusan Ilmu Ekonomi, Universitas Brawijaya Nawacita dan 9 harapan Apakah ekonomi Indonesia membaik? Itu mungkin pertanyaan yang mendasar setelah satu tahun kepemimpinan Jokowi dengan agenda besar yang diemban “Nawacita” atau 9 harapan. Secara sederhana, nawacita memiliki ide luhur mengedepankan (1) pendidikan, (2) kesehatan dan (3) kesejahteraan (welfare) yang merupakan bahan baku pokok sebuah pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini tentu saja harus didukung dengan sebuah kekuatan (4) maritim, (5) pangan, (6) energi, (7) infrastruktur dan (8) pariwisata. Yang kesemuanya bertolak dasar pada sebuah (9) reformasi birokrasi. Salah satu contoh Reformasi […]