Ide Penelitian

Workshop PhD a’la kadarnya
July 26, 2015
PhD_alakadarnya #1 @VENSfamily
September 10, 2015
Show all

Hal yang paling mendasar dalam memulai sebuah penelitian (menulis proposal skripsi, thesis dan disertasi) adalah mencari ide penelitian.

Namun sebelum mencari dan menemukan ide penelitian, ada beberapa hal yang harus kita renungkan pertama kali! Berapa lama anda akan menyelesaikan tugas akhir anda (skripsi, thesis dan disertasi)? Artinya selain kita harus menemukan sebuah ide penelitian dengan scope yang pas, kita juga harus memilih penelitian yang pas dengan rencana penyelesaian studi kita. Semisal, 6 bulan maksimal untuk penyelesaian skripsi, 1 tahun untuk penyelesaian thesis dan 3 tahun untuk penyelesaian studi S3.

Dalam hal ini, ide penelitian yang dipilih harus dapat disesuaikan dengan waktu atau lama studi. Selain itu, jika sudah ditentukan berapa lama anda akan menyelesaikannya maka perlu direncanakan untuk membuat schedule penelitian.

Kenapa waktu/lama studi itu penting? Dengan waktu penyelesaian yang pas kita bisa menjaga passion, energi dan semangat untuk menyelesaikan tugas akhir.

Dalam memilih ide penelitian, saya memiliki preferensi dan strategi, antara lain: a) memilih tema penelitian yang dikuasasi; b) mencari ide penelitian yang memiliki back-up teori atau penelitian terdahulu yang cukup; c) mencari ide penelitian yang memiliki model penelitian yang telah diaplikasikan sebelumnya (tugas kita mencari kebaruan (novelty) dan research gap dalam penelitian ini dan d) data tersedia atau minimal memiliki implikasi biaya koleksi data yang sesuai dengan budget.

Hindari topik yang kurang back-up theory atau penelitian terdahulu

Ada hal yang sering “kurang tepat” dilakukan ketika memulai sebuah penelitian atau studi S3, yaitu memulai ide penelitian dengan sesuatu yang “kekinian” dari sebuah masalah atau policy problems, namun dalam konteks backup theory atau penelitian terdahulu masih sangat kurang. Bagi penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif maka lack of previous research akan menjadi masalah yang serius dalam penyelesaian tugas akhir.

Penulisan akademik sebenarnya merupakan jembatan untuk melanjutkan bagian-bagian penelitian-penelitian terdahulu yang belum dicover sebelumnya, atau semisal menguji model penelitian dengan angle yang berbeda atau konteks lingkungan yang berbeda. Sehingga dalam penelitian yang dilakukan ada sebuah kebaruan penggunaan research instrument, metode analisis serta variabel-variabel penting lain yang ingin diujikan.

Oleh karena itu, merangkum penelitian terdahulu merupakan kunci utama yang harus dilakukan, yang kemudian harus disintesakan menjadi sebuah research gap dan novelty (kebaruan). Dengan dasar inilah barulah kita tentukan apa rumusan masalah dan tujuan penelitian ini (research questions).

Penelitian-penelitian terdahulu yang sesuai dengan apa yang ingin diteliti sebaiknya dirangkum dalam bentuk matriks (kedalam excel) dengan menuliskan beberapa hal penting, antara lain: no, author, title, variables, method, results and others. Sehingga ketika kita ingin merefer ke penelitian sebelumnya, akan semakin mudah untuk kita identifikasi sebelum melakukan eksplorasi lebih dalam pada tulisan tersebut.

Salah satu penulis buku “academic writing” bahkan mensuggest untuk memulai proposal dari BAB II (Literature review) berlanjut ke BAB III (Methods) dan terakhir ke BAB I (Pendahuluan). Hal ini disebabkan karena BAB I sangat mungkin untuk berubah seiring dengan penelitian terdahulu yang dibaca, serta temuan revisi research gap dan novelty.

Gambar Kerangka konsep (concept framework)

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk memudahkan kerangka konsep penelitian adalah dengan menggambar hubungan antar variabel dan menuliskan “nama peneliti terdahulu (Satria, 2015)” yang pernah meneliti hubungan variabel tersebut. Hal ini dilakukan untuk memudahkan identifikasi dari penelitian mana hubungan variabel tersebut dibangun.

Tahapan 123

Langsung pada tahapan apa yang harus dilakukan:

Tahap1, adalah membaca jurnal/paper dan penelitian yang inline dengan apa yang dilakukan. Kemudian membuat ringkasan dan catatan kecil. Selanjutnya dibuat matriks dalam excel.

Dalam tahapan ini, setelah direview research question dari penelitian terdahulu, selanjutnya temukan research gap dan novelty yang akan dilakukan dalam penelitian ini.

Tahap 2, Menulis BAB II dan BAB III.

Tahap 3, Pendahuluan (BAB I).

Dalam penulisan pendahuluan, ada 5 hal yang sangat penting untuk ditulis di bagian pendahuluan.

Pertama) Menjelaskan setting or context masalah yang akan diinvestigasi untuk menjelaskan pentingnya penelitian ini. Selain itu penulisan setting or context dilakukan untuk memberikan introduction awal terhadap reader terhadap sesuatu yang ingin diteliti. Dalam konteks ini kita harus berasumsi bahwa pembaca tidak memiliki knowledge terhadap apa yang diteliti.

Kedua) Menjelaskan aspek-aspek atau bagian yang telah diteliti dalam penelitian sebelumnya (previous research). Dalam hal ini direview beberapa penelitian yang memiliki fokus yang sama dan bagaimana secara singkat dijelaskan hasilnya. Secara lebih sederhana, tahap ini menguraikan penelitian-penelitian sebelumnya yang telah melakukan research dibidang ini.

Ketiga) Menjelaskan bagian spesifik dari penelitian terdahulu yang belum dilakukan dan akan diinvestigasi (research gap). Bagian ini disebut juga sebagai research niche.

Keempat) Menjelaskan tentang tujuan penelitian.

Kelima) Menjelaskan justifikasi kenapa melakukan studi ini dan apa kontribusinya.

 

 

 

 

Dias Satria
Dias Satria
Dias Satria, Research field :Economic development, international trade, Banking and small/medium enterprise Email. dias.satria@gmail.com Mobile Phone. +62 81 333 828 319 Office Phone. +62 341 551 396

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *