Inovasi Pembangunan dan Banyuwangi Festival

Berasa bodoh: [Random] Blockchain, e-wallet dan Fraud.
October 29, 2017
Syntax data LA/AIDS dengan STATA
March 6, 2018
Show all

Inovasi Pembangunan dan Banyuwangi Festival

Dias Satria

Banyuwangi saat ini tengah berkembang dengan cepat dan menjadi perhatian publik luas. Perubahan yang terjadi secara nyata dapat dilihat dari perubahan indikator fundamental ekonomi daerah, serta perbaikan indikator sosial masyarakat (tingkat kemiskinan). Banyuwangi saat ini pun telah meraih prestasi baik di level regional, nasional maupun internasional di berbagai tema, antara lain: pariwisata, inovasi kebijakan publik, anggaran maupun inovasi daerah. Pembangunan di Banyuwangi dilakukan secara paralel dan cepat di hampir seluruh lini sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi dan penguatan sumber daya manusia.
Salah satu strategi pembangunan yang dilakukan terkait pengembangan branding destinasi wisata dilakukan dengan menyelenggarakan berbagai macam festival bertajuk “Banyuwangi festival” atau B-Fest.

B-Fest pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012, dengan 12 even yang diadakan saat itu. Seiring dengan semakin dikenalnya B-Fest oleh publik serta animo yang positif dari masyarakat, even yang digelar oleh B-Fest pun semakin bertambah setiap tahunnya. Pada tahun 2017, total even yang diadakan mencapai 72 even yang digelar hampir setiap bulan dan beberapa diantaranya merupakan even internasional.

Beberapa even terbesar B-Fest yakni Indonesia Fashion Week, Banyuwangi International BMX, Banyuwangi International Ijen Green Run, Banyuwangi Beach Jazz Festival, International Tour De Banyuwangi – Ijen, serta masih banyak lagi even menarik lainnya. Kolaborasi dari setiap budaya yang begitu apik serta culture value yang begitu kental menjadikan B-Fest dengan mudah memikat hati para wisatawan yang berkunjung dan memperkuat branding destinasi wisata Banyuwangi. Hal ini disebabkan karena beberapa even B-Fest diselenggarakan di beberapa destinasi wisata baru yang belum dikenal masyarakat luar sebelumnya.

Even yang diselenggarakan pada B-Fest merupakan even based on local cultural heritage, dimana setiap daerah atau desa yang ada di Banyuwangi harus berpartisipasi dalam B-Fest dengan mengedepankan budaya atau ciri khas dari masing-masing daerah. Keterlibatan semua daerah yang dalam rangkaian acara B-Fest tersebut bertujuan agar tidak terjadi gap antar daerah serta memberikan kesempatan kepada semua daerah untuk dapat mengenalkan potensi daerah yang diharapkan dapat memberikan commercial value kedepannya.

Banyuwangi Festival sendiri terdiri dari 8 aspek yang terbagi kedalam 72 even saat ini. Kedelapan aspek tersebut diantaranya culture, sport tourism, kreativitas masyarakat, fashion, musik, kuliner, inovasi serta religi. Selain itu terdapat beberapa komponen yang juga mendasari suksesnya Banyuwangi Festival diantaranya yakni Local Branding and Identity, Sustainable Environment, Bureaucracy Reform, Positive Social Impact serta Economic Value Added.

Banyuwangi Festival menjadi “gate” untuk memperkenalkan Banyuwangi kepada publik luas, sekaligus sebagai sarana untuk membangun branding Banyuwangi yang lebih fresh dengan kekayaan dan keindahan seni budaya yang dimiliki. Dalam waktu yang sangat singkat, pembangunan pararel yang dilakukan bersamaan dengan Banyuwangi Festival mampu menjadi senjata ampuh untuk menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi wisata yang diperhitungkan, baik dalam level nasional maupun internasional.

Pada kenyataannya, Banyuwangi Festival mampu memberikan dampak multiplier terhadap perekonomian Banyuwangi, khususnya dengan semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung dan melakukan aktivitas ekonomi dan pariwisata di wilayah ini. Secara beriringan, potensi-potensi investasi pun berkembang dengan pesat, baik dalam sektor yang langsung berkaitan seperti pariwisata maupun sektor-sektor yang tidak berkaitan secara langsung (transportasi, perdagangan, makanan dan minuman.

Secara umum, Banyuwangi Festival memberikan lima dampak terhadap pembangunan di kabupaten Banyuwangi, antara lain: a) Pemerintah menjadi “driver of change” masyarakat Banyuwangi untuk lebih percaya diri terhadap potensinya, b) Pemerintah memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk memasarkan potensi yang dimilikinya, c) Festival yang diadakan mampu mendorong permintaan yang lebih besar atas local culture, sekaligus media untuk berlatih, d) Festival dan evens yang diadakan oleh media internal pemerintah menjadi koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKDP) dan e) Festival dan evens sebagai gate atau “soft diplomacy” untuk mendorong investasi di Kabupaten Banyuwangi.

Keberhasilan pembangunan Banyuwangi, terutama Banyuwangi Festival, tidak terlepas dari peran penting pemimpin daerah yang mampu menjadi driver of change dari pembangunan yang berjalan. Bupati Azwar Anas mampu memberikan sebuah guideline yang jelas atas arah pembangunan dan strategi yang dilakukan. Hal terpenting yang dilakukan oleh Bupati Azwar Anas adalah kemampuannya dalam meningkatkan kepercayaan publik, sehingga mampu menumbuhkan potensi-potensi lokal yang ada dan mendorong pembangunan ekonomi yang lebih inklusif, kreatif, cepat dan inovatif.

Setiap pemimpin daerah tentunya mampu berkreatifitas dan berinovasi, namun merealisasikannya menjadi sebuah inovasi yang efektif bagi pembangunan ekonomi, tidak banyak pimpinan daerah mampu melakukannya. Hal ini dibutuhkan sebuah intuisi dan strategi yang tepat, serta dukungan birokrasi dan masyarakat secara utuh. Selamat untuk Banyuwangi karena berhasil membawa suasana baru, yaitu festival, dalam inovasi pembangunan daerah.

Dias Satria
Dias Satria
Dias Satria, Research field :Economic development, international trade, Banking and small/medium enterprise Email. dias.satria@gmail.com Mobile Phone. +62 81 333 828 319 Office Phone. +62 341 551 396

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *