Kemacetan Malang: mie ayam ruwet (spaghetti bowl effect)?

Try a new in thing in your 2nd year of Study
November 12, 2013
Golive Indonesia at Norwood Primary School
November 16, 2013
Show all

Permasalahan kebijakan yang saat ini hangat dibicarakan terkait “jalan satu arah” menuai banyak kritik dan gejolak, bahkan ancaman untuk demo besar-besaran dimungkinkan terjadi menolak kebijakan tsb.

Namun, jika kita mengurai masalah yang ada saat ini tentu sangat terkait dengan kebijakan pemerintah sebelumnya yang membuat kemacetan di malang menjadi terlihat sangat kompleks. Secara sederhana, masalah kemacetan timbul karena hal yang sangat sederhana, perencanaan dan kebijakan tata ruang yang buruk dan tingginya jumlah kendaraan.

Masalah ini tentu tidak akan mampu selesai jika tidak ditangani secara benar, atau ditangani dengan kebijakan yang sifatnya jangka pendek. Karena akar masalah yang terjadi saat ini, seakan-akan belum tersentuh para pembuat kebijakan.

Pendapat saya pribadi masalah utama kemacetan utamanya disebabkan karena tingginya aktivitas dan mobilitas yang terjadi di beberapa sekolah dan kampus yang terpusat di wilayah tersebut. Namun sebaiknya ini tidak menjadi momok yang dipersalahkan, karena sejatinya ini adalah KEUNGGULAN KOMPARATIF kota Malang yang sebaiknya diatur dan di tata dengan baik.

Sehingga solusi jangka panjang yang saya pikir sebaiknya dipikirkan adalah dengan memecah konsentrasi lokasi pendidikan di wilayah-wilayah lain di Malang.

Kota malang dgn potensi “pendidikan” perlu mengexpand ke beberapa wilayah di malang raya. Semisal menggarap potensi pendidikan bidang pertanian dan kelautan di wilayah Malang Selatan.

Kenapa melempar potensi ini penting? Krn ciptaan sebaran ini akan mampu menjadi pusat pertumbuhan baru sehingga mampu menciptakan multiplier effect yg masif. Sebut saja, pertumbuhan baru akan menciptakan tenaga kerja baru, menciptakan linkage dan network ekonomi baru, mendorong bisnis properti, kebutuhan akan makanan, pasar dan lain-lain, pajak, infrastruktur, ekonomi masyarakat.

Kepadatan kota malang dan batu menimbulkan biaya ekonomi yg tinggi, kemacetan, inflasi serta gap income yg kedepan bs memunculkan konflik sosial.

Potensi malang yg luar biasa memiliki peluang masa depan yg cerah jika dimanage dengan baik. Hal ini sangat mungkin terjadi krn banyak elemen masyarakat di malang yg berpotensi utk merealisasikan hal tersebut.

All in all, berpikir kedepan, dan lupakan emosional untuk mempromosikan kebijakan yang lebih arif.

Hidup Malang!!!

 

Dias Satria
Dias Satria
Dias Satria, Research field :Economic development, international trade, Banking and small/medium enterprise Email. dias.satria@gmail.com Mobile Phone. +62 81 333 828 319 Office Phone. +62 341 551 396

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *