Kenapa harus #support_locals?

Belajar Basic Timeseries (Eviews)
June 19, 2016
Beasiswa luar negri dan kemajuan sebuah bangsa
June 19, 2016
Show all

Berangkat dari pengalaman ketika studi Doktoral di University of Adelaide, hampir setiap hari saya nongkrong di salah satu coffee shop lokal namanya “espresso royale” hingga saya akrab dengan beberapa Barista dan owner disana.

Espresso royale bukanlah coffee shop yang mewah, bahkan terkesan seperti rumah tinggal yang diberi Mesin kopi. Namun citarasa kopinya, mungkin ini yang termewah.

Espresso-Royale espresso-royale-st-morris-cafes-ddf3-938×704

(Foto Esspreso Royale)

Yang menarik adalah, setiap harinya “espresso royale” selalu didatangi oleh penduduk-penduduk sekitar dan pemilik usaha lokal yang saling berbagi cerita, saling menyapa dan selalu terlihat “bahagia”.

Bahkan secara tidak sengaja, saya bertemu Sam, seorang owner Treadlybikeshop yang selalu mengajak istri dan anaknya untuk ngopi sambil sarapan.

708823-f810998e-da5a-11e3-883e-a86ac88d9ba6 960057-sam-neeft

(Sam – Treadlybikeshop)

Dari Sam inilah saya mulai menyukai sepeda-sepeda klasik yang minimalis untuk commuter, sehingga darinya saya terinspirasi membuat sepeda commuter lokal “Babahbikes”.

Karena seringnya mampir di treadlybikeshop ketika bosen di kampus, saya menjadi akrab dengan Sam, bertukar pikiran tentang sepeda dan filosofinya.

Namun, yang lebih seru adalah Sam merupakan orang yang punya kecintaan kuat akan produk-produk sepeda lokal, serta bisnis-bisnis lokal SA (South Australia), sehingga tidak heran juga saya ketemu dia di Esspresso Royale. Karena dia cinta sekali produk lokal dan bisnis lokal.

Selanjutnya, saya berkenalan dengan owner “Buck It” yang menjalankan bisnisnya yang unik, yaitu mengubah ban sepeda menjadi sabuk, strap jam tangan dan gelang. Meski bagi mahasiswa seperti saya $50 (Lima ratus ribu) adalah uang yang cukup banyak, namun untuk misi saya #support_locals khususnya orang-orang lokal di Adelaide tempat saya sekolah, maka saya pun membeli 3 buah strap tersebut untuk koleksi pribadi.

20160124_103536 Buckit Belts

(Buck It)

Menurut saya, #support_locals bukan berarti membenci produk luar negri, namun hal ini sebenarnya “sesederhana” kita menghormati dan berbuat baik dengan orang-orang dekat di sekitar kita. Bahkan produk luar negri yang sdh well established seharusnya bs menjadi sebuah contoh, untuk mengembangkan produk lebih baik.

Namun misi saya untuk #support_locals, sesederhana saya ingin berkembang dan maju dengan orang-orang lokal terdekat di wilayah saya. Dan bukan berarti juga saya menutup diri dengan asing, bahkan kolaborasi dengan orang asing akan terus dilakukan namun diarahkan untuk “inklusif” agar mereka juga mengenal orang-orang lokal Indonesia.

#Support_locals dan cinta terhadap Indonesia juga diinspirasi oleh orang yang pernah tampil di Adelaide, yaitu Pandji (Pragiwaksono). Stand-up comedy yang berdurasi 1,5 Jam di Adelaide, banyak memberikan inspirasi bagaimana membangun Indonesia dan mendukung produk-produk lokal.

132859020150415KP31-KCM1780x390

(Pandji)

Meski perjalanan Pandji ke Adelaide banyak mengalami masalah teknis karena kesalahan panitia lokal (PPIA SA, dan saya Presidennya pada saat itu), namun banyak hal positif yang kita bisa ambil hikmahnya disana. Alhamdulillah semua sukses berkat kerjasama semua pihak.

Salah satu city tour yang disajikan panitia PPIA SA adalah mengajak pandji jalan2, salah satunya ke Warung kopi lokal yang namanya “Hey Jupiter”, letaknya di Ebenezer Pl. Yang menarik salah satu pelayannya adalah girlfriend pemilik Buck It. “Mbulet”. Dari sini saya pun jadi lebih akrab dengan orang-orang disana.

hey-jupiter

Terakhir bagaimana #support_locals in bisa lebih kreatif, ternyata mas Wadit lah yang menginspirasi saya ketika beliau memberikan training di Machung Uni. Salah satu yang beliau lakukan adalah melakukan #sharing_economy membuatkan logo-logo pemerintah gratis dan membuatnya menjadi sebuah icon yang kreatif.

waditya-lowres

Dari sinilah saya ter”patri” sekali untuk melakukan sesuatu, dan saya mulai dari UMKM JAGOAN yang saya harapkan dapat menjadi wadah pengembangan UMKM Indonesia agar mampu berdaya saing dan inovatif. Semoga hal ini membawa sebuah hal yang positif bagi Indonesia. #MajuBersamaUMKMIndonesia

www.umkmjagoan.com

Regards

Dias Satria

Dias Satria
Dias Satria
Dias Satria, Research field :Economic development, international trade, Banking and small/medium enterprise Email. dias.satria@gmail.com Mobile Phone. +62 81 333 828 319 Office Phone. +62 341 551 396

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *