Mari bangun Museum Brawijaya

Inklusi Keuangan
December 6, 2016
Saatnya Membangkitkan Sentra UMKM Malang
December 20, 2016
Show all

Mari bangun Museum Brawijaya

Dias Satria

Salah satu tempat kunjungan “wajib” di Kota Malang jika saya menerima tamu yang datang dari luar negri adalah Museum Brawijaya yang ada di jantung Kota Malang (Jalan Ijen). Setiap kali kesana saya selalu ditemani dengan salah satu guide yang luar biasa “friendly”, dan selalu “bersemangat” menceritakan perjalanan sejarah di Indonesia melalui beberapa foto dan beberapa peninggalan sejarah. Meski dengan Bahasa Inggris yang terbatas, namun apa yang disampaikan bergitu menarik dan membuat tamu-tamu yang saya ajak kesana begitu terkesan dengan perjalanan sejarah Indonesia.

Ada banyak perjalanan sejarah yang wajib untuk diketahui oleh warga Kota Malang, karena banyak nilai-nilai positif dan patriotik yang seharusnya diketahui oleh masyarakat luas. Sebagai salah satu icon penting “edukasi sejarah” di Kota Malang, Museum Brawijaya seharusnya menjadi bagian yang harus dikembangkan menjadi salah satu destinasi pariwisata.

Saya membayangkan Museum Brawijaya seperti “imperial war museum” di London, “Les Invalides” di Paris, “The National Museum of the Airforce” di Ohio atau Patton Museum yang berada di Ketucky, USA. Museum menurut saya adalah sebuah representasi dari bangsa yang besar, dan Indonesia adalah bangsa yang besar dengan sejarah yang luar biasa. Edukasi tentang perjalanan sejarah yang saat ini diajarkan mulai Sekolah Dasar seharusnya berhubungan dengan peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di museum Brawijaya.

Oleh karena itu, menjadi sebuah mimpi bagi saya pribadi para stakeholders yang terlibat didalamnya mau bersemangat dan bangkit membangun kembali Museum Brawijaya sebagai icon sejarah yang megah di Kota Malang.

Beberapa waktu yang lalu, saya dan teman-teman yang sebagian besar anak muda Malang berkolaborasi untuk mengembangkan UMKM lewat kemampuan yang kita miliki masing-masing. Kolaborasi inilah yang sepertinya perlu dibangun untuk membangun icon-icon penting Kota Malang yang bersejarah, baik dalam desain, arsitektur, branding, hingga sign-board  dan seluruh sistem teknologi informasi yang dibutuhkan. Saya pikir anak muda Malang (Arema) akan dengan senang hati dan sukarela untuk membantu membangun Museum Brawijaya menjadi salah satu destinasi sejarah Kota Malang. Hal ini jugalah yang secara tidak langsung akan membangun “rasa memiliki” anak Muda Malang terhadap apa yang ada di Kotanya.

Dengan apa yang sudah ada di Museum Brawijaya saya pikir sudah sangat baik dan lengkap, hanya kemasan yang ditampilkan harus lebih menarik dengan informasi sejarah yang lebih lengkap bagi pengunjung. Perlu kolaborasi antara seorang pakar desain grafis, sejarah dan komunikasi visual untuk mampu menciptkan informasi yang betul-betul menarik bagi pengunjung. Sehingga sebagai Kota yang sering dikunjungi oleh wisatawan dari dalam negri dan mancanegara dapat juga mampir ke Museum Brawijaya untuk mengenalkan anak-anak mereka terhadap sejarah.

Akhir kata, semoga tulisan ini menggugah para stakeholders Museum Brawijaya untuk kembali me-rebranding dan memugar museum ini menjadi salah satu icon kebanggaan warga Kota Malang. Karena sejarah penting bagi bangsa ini untuk yakin bahwa kita adalah bangsa yang besar, bangsa Indonesia.

 

Dias Satria
Dias Satria
Dias Satria, Research field :Economic development, international trade, Banking and small/medium enterprise Email. dias.satria@gmail.com Mobile Phone. +62 81 333 828 319 Office Phone. +62 341 551 396

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *