My article on ABC

Pemerintah, konservasi dan sepeda
December 26, 2013
Pemimpin dan hegemoni kapitalisme
February 13, 2014
Show all

http://www.australiaplus.com/indonesian/2014-01-20/ondel-ondel-dari-betawi-untuk-parade-australia-day/1247332

 

Dalam menyemarakkan Australian Day 2014, komunitas-komunitas Indonesia di South Australia akan menampilkan sesuatu yang berbeda dari biasanya dengan mempertunjukkan ondel-ondel khas Betawi dalam parade tersebut.

Pembuatan Ondel-ondel yang disupervisi oleh “artist” Australia, disupport oleh berbagai komunitas yang ada di South Australia, seperti AIA (Australian Indonesian Association), PPI SA (Persatuan Pelajar Indonesia South Australia), Komunitas Batak di SA, MIIAS (Masyarakat Islam Indonesia Australia Selatan) serta komunitas-komunitas lainnya di South Australia.

Pertunjukan ondel-ondel merupakan salah satu performance yang ditampilkan komunitas-komunitas Indonesia yang ada di SA, selain tari saman, reog ponorogo, rebana pengiring ondel-ondel, nyanyian lagu-lagu daerah, serta tampilan busana daerah.

Partisipasi komunitas-komunitas Indonesia yang ada di South Australia membawa sebuah pesan khusus, gotong royong, serta harmonisasi hubungan people to people antara Indonesia dan Australia.

Keikutsertaan Indonesia dalam parade ini selain ingin menunjukan keragaman budaya yang ada Indonesia, juga ditujukan untuk mempromosikan Indonesia sebagai tujuan wisata bagi wisatawan mancanegara.

Selain itu, ada banyak pelajaran yang didapat dari keikut sertaan dalam event-event yang diselenggarakan oleh pemerintah lokal South Australia.

Pertama adalah bagaimana mengemas sebuah acara Parade dengan melibatkan semua elemen yang ada, serta menjadikannya sebagai sebuah tontonan bermutu bagi masyarakat.

Dalam konteks ini, masyarakat dapat melihat dan bertoleransi dalam sebuah spektrum kebudayaan yang sangat beragam.

Kedua, dukungan penuh pemerintah lokal bagi setiap komunitas untuk membuat sebuah “figure” (contoh: ondel-ondel) dengan menyediakan tenaga ahli dan bahan-bahan yang diperlukan adalah sebuah langkah bijaksana dalam mengembangkan potensi seni masyarakat, serta mengajak mereka bergotong-royong untuk memikirkan hasil akhir yang memuaskan.

Dalam konteks ini, komunitas tersebut akan lebih intens dalam berinteraksi, serta berkontribusi dalam pembuatan sebuah figure yang menjadi simbol kebanggaan komunitas mereka.

Ketiga, event parade merupakan acara tahunan yang dapat menarik wisatawan hadir, yang pada akhirnya berefek pada bergairahnya aktivitas ekonomi lokal (hotel/penginapan, restauran, transportasi dan yang lainnya).

Hal inilah yang seharusnya bisa dipelajari dari event-event di luar negri yang digarap secara apik, yang dapat kita aplikasikan di Indonesia.

Tentunya dengan segala pertimbangan terhadap kearifan lokal yang dimiliki oleh Indonesia. Bahkan, dengan segala resources yang ada di Indonesia, event-event seperti ini bisa kita adakan dengan lebih besar dan lebih semarak tentunya jika digarap dengan professional dan sungguh-sungguh.

– See more at: http://www.australiaplus.com/indonesian/2014-01-20/ondel-ondel-dari-betawi-untuk-parade-australia-day/1247332#sthash.sdernVpJ.fGdB2VBO.dpuf

Dias Satria
Dias Satria
Dias Satria, Research field :Economic development, international trade, Banking and small/medium enterprise Email. dias.satria@gmail.com Mobile Phone. +62 81 333 828 319 Office Phone. +62 341 551 396

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *