PhD #6

PhD #5
August 20, 2014
Presiden PPIA South Australia
August 21, 2014
Show all

Bagaimana saya menemukan “rumusan masalah” dan arah penelitian.

Cara terbaik untuk menemukan “rumusan masalah” adalah dengan mereview research questions dalam jurnal-jurnal yang terkait dengan tema yang kita pilih.

Pertama, tentukan area of interest yang akan menjadi arah penelitian kita, sambil terus mencari informasi tentang “pertunaan” yang ada saat ini. dari hasil interview via tilpon dengan tetangga saya, middlemen (mas yahya). kata kuncinya, antara lain: middlemen, processors, kontrak, andon (nelayan yang berasal dari daerah lain).

Kedua, hubungkan hal-hal diatas dengan teori yang ada, sambil membaca jurnal-jurnal yang meneliti tentang area of interest tersebut. sehingga kata kunci yang saya temukan dengan membaca jurnal “random” terkait dengan bidang ini adalah contract, governance structure, transaction characteristics, transaction costs, artisan fisheries.

Ketiga, dengan key-key words inilah saya mulai merangkai mind map, sebuah hubungan-hubungan atau relationship antar variables.

Keempat, dibantu dengan jurnal-jurnal tersebut, terbantukan juga menemukan apa research questions yang cocok, dan sesuai dengan konteks “artisan tuna fishing economies”.

Intinya kita review jurnal-jurnal rujukan, kemudian identifikasi apa rumusan masalah yang mereka angkat. kalau perlu dibuat matrix, dengan model dan pendekatan apa mereka menjawab rumusan masalah tersebut. Kuantitatif (probit analisis, structural equation modelling), kualitatif dll. At least, kumpulan rumusan-rumusan masalah ini bisa kita sarikan, dan kita sesuaikan dengan arah penelitian yang akan kita lakukan. meski dalam perjalanan pasti akan banyak modifikasi, namun strategi ini bisa memberikan arah kita untuk melangkah dan mengkerucutkan rumusan masalah yang akan kita pilih.

Dengan tema Tuna, saya mengkerucutkan pada masalah biaya transaksi, kemudian setelah membaca lagi saya menemukan relasinya dengan kontrak, direview lagi dalam jurnal bahwa kontrak termasuk dalam tipe governance structure (GC). kemudian GC memiliki hubungan dengan biaya transaksi, kemudian saya berpikir apa yang baru dari penelitian saya? dan inilah pentingnya memikirkan RESEARCH GAP (RG)? kontribusi kita apa dalam penelitian di bidang ini?

Dan saya menemukan bahwa RG penelitian saya adalah:

  1. Contract fishing, tidak banyak orang yang meneliti kontrak nelayan karena sebagian besar contract farming.
  2. Saya memasukkan the importance of risk behaviour dal am model TCE, karena dalam asumsi TCE risk adalah neutral.
  3. Saya memasukkan the importance of trust, karena ada debate trust dalam teori TCE.
  4. Konteks artisan fishing, atau perikanan tradisional. isu tradisional selalu seksi karena konteks tuna adalah high value goods dan diperdagangkan di pasar global. sehingga bisa dihubungkan bagaimana involvement nelayan tradisional dalam rantai nilai global trade.

Dari sinilah saya mulai mengexplore lagi, dengan pendekatan apa saya menganalisis rumusan masalah. Dan dari penelitian terdahulu sebagian besar menggunakan PROBIT ANALYSIS khususnya untuk menganalisis pengaruh biaya trransaksi ke GC. Dalam perjalanannya pun, dengan berdiskusi dengan banyak kolega dan experts maka pendekatan dan instrumen penelitian yang saya gunakan pun semakin kaya dan variatif. hal ini akan saya bicarakan lebih lanjut.

Kesimpulan

  1. Baca jurnal, review dan review research questions.
  2. Hubungkan teori dan realita di lapangan, temukan kesamaan key-key words.
  3. Mulai kerucutkan ke research questions yang sesuai dengan konteks masalah kita.
  4. Cari spa research gapsnya.
  5. Kembali lagi ke 3 hal penting tulisan: Unique, Rigour, Significance.
Dias Satria
Dias Satria
Dias Satria, Research field :Economic development, international trade, Banking and small/medium enterprise Email. dias.satria@gmail.com Mobile Phone. +62 81 333 828 319 Office Phone. +62 341 551 396

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *